Selasa, Agustus 21, 2007

[Tips] Mewaspadai Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes, baik Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk jenis ini senang berkembang biak di air jernih, sejuk, dan gelap.

Karena itu, tempat perindukan yang harus diwaspadai adalah segala macam tempat penampungan air seperti bak mandi, ban bekas, kaleng bekas, drum, talang, vas bunga, pot air berisi bunga teratai, lubang di pohon, tempat bunga di pemakaman, bahkan juga bangunan-bangunan setengah jadi yang terbengkalai.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, diagnosis demam berdarah dengue dapat ditegakkan jika ditemukan dua kriteria klinis ditambah adanya penurunan kadar trombosit (kurang dari 100.000 per mililiter) serta peningkatan hematokrit 20 persen.

Kriteria klinik itu adalah demam mendadak, tinggi, dan berlangsung 2-7 hari dan timbul fenomena perdarahan berupa bintik merah di bawah kulit, meski yang terakhir ini pada sebagian penderita tak lagi muncul. Ada pembesaran hati dan renjatan.

Penderita ada kalanya juga mengeluhkan badan lemah lesu, nyeri kepala, dan sakit di ulu hati. Penderita harus segera dibawa ke dokter. Selain itu, penderita harus diberi obat penurun panas dan minum air sebanyak-banyaknya.

Bagi yang di lingkungannya belum terkena demam berdarah, tetap diminta waspada dan mencegah pembiakan dengan membasmi sarang nyamuk.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain adalah seminggu sekali menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lainnya. Tempat air yang jarang dikuras sebaiknya ditaburi bubuk abate 2-3 bulan sekali, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air hujan.

(yz~ sumber: http://www.perempuan.com/index.php?ar_id=8258)

Info: Obesitas Rentan Penyakit Mematikan

Obesitas, atau yang lebih dikenal dengan kegemukan, secara ilmiah adalah penimbunan lemak yang berlebihan daripada kebutuhan normal tubuh. Tetapi, permasalahan obesitas ini tak hanya dialami kaum perempuan. Kaum lelaki pun banyak yang berhadapan dengan permasalahan ini. Memiliki tubuh ramping, langsing, dan sempurna tak lagi dambaan kaum perempuan semata. Keinginan tampil sempurna menjadi impian setiap orang.

Sesungguhnya obesitas atau kegemukan terjadi pada saat badan menjadi gemuk (obese), yang mana kondisi ini disebabkan adanya penumpukan jaringan lemak khusus yang disimpan tubuh (adipocytes). Dengan kata lain, obesitas adalah keadaan di mana seseorang memiliki berat badan lebih berat jika dibandingkan dengan berat idealnya.

Banyak faktor yang menjadi pemicu atau penyebab terjadinya obesitas. Obesitas bisa disebabkan faktor genetik, disfungsi salah satu bagian otak, pola makan yang berlebih, dan kurang gerak atau olahraga. Faktor emosi dan lingkungan tak jarang juga menjadi penyebab terjadinya obesitas.

Obesitas juga memicu berbagai jenis penyakit serius. Umumnya penyakit dengan risiko tinggi yang berakibat pada kematian, seperti kencing manis (diabetes mellitus), hipertensi, dan jantung.

Antara Kawan dan Lawan

Seperti yang dilansir Yayasan Jantung Indonesia, obesitas sering dikaitkan dengan banyaknya lemak dalam tubuh. Padahal, yang harus dipahami, lemak adalah kawan sekaligus lawan. Lemak sangat dibutuhkan tubuh untuk menyimpan energi. Selain itu, lemak juga berfungsi sebagai penyekat panas, penyerap guncangan, dan berbagai fungsi lainnya. Ini yang menyebabkan lemak juga dibutuhkan tubuh.

Dalam perbandingan normal antara lemak tubuh dan berat badan, pria memiliki kadar yang berkisar 18-23%. Sedangkan wanita berkisar 25-30%. Ini menunjukkan perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang lebih banyak daripada lelaki.

Tetapi, walau berguna atau bermanfaat bagi tubuh, berbagai penyakit dapat timbul akibat kelebihan lemak. Salah satunya adalah obesitas. Perempuan dengan lemak tubuh lebih dari 25%, sedang untuk lelaki 20% atau lebih, dari berat ideal yang sesuai dengan tinggi tubuh, dianggap mengalami obesitas.

Untuk mengatasi obesitas, bisa dilakukan dengan cara mengubah pola makan atau yang biasanya dikenal dengan diet dan melakukan olahraga yang teratur. Tetapi, sebaiknya hal itu dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter. Kenapa? Hal itu diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya obesitas. Terkadang, dalam melakukan diet dan olahraga tersebut, seseorang memerlukan obat untuk membantu tubuh menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru itu.
(yz, sumber: Jawa Pos via http://perempuan.com/index.php?ar_id=10023)

Info: Sering Deg-degan, Hati-hati Gangguan Jantung

Jangan anggap enteng deg-degan alias berdebar-debar tanpa sebab. Apalagi jika disertai sesak nafas dan pusing. Bisa jadi irama jantung anda terganggu.

"Gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan dalam praktek sehari-hari adalah fibrilasi atrium (FA)," ujar Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof Dr Sjaharuddin Harun, seperti dikutip Radar Banjarmasin.

Ia menjelaskan, gejala yang sering dikeluhkan penderita gangguan irama jantung adalah sesak nafas, pusing, rasa letih, ataupun nyeri dada. Kejadian FA, menurut penelitian Framingham, akan meningkat seiring makin meningkatnya usia. Umumnya, gangguan ini diderita orang yang berusia di atas 65 tahun.

Di Indonesia, pada 2020 diperkirakan akan ada 28 juta orang yang mengidap ganguan irama jantung. Apa risiko gangguan irama jantung ini?

"Gangguan itu berisiko menyebabkan stroke tromboembolik. Jadi ada perlambatan aliran darah di atrium kiri atau serambi kiri jantung, yang dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di rongga jantung," jelas Sjaharuddin.

Penyebab gangguan ini, lanjutnya, bisa karena ada kelainan yang mendasari. Misalnya saja, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, dan gagal ginjal. "Tapi sebagian besar kasus tidak diketahui penyebab dasarnya," tambahnya.

Secara umum, sebenarnya dokter umum bisa mendeteksi adanya gangguan irama jantung. Sebab dari pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan itu bisa diketahui.

(yz~sumber:http://perempuan.com/index.php?ar_id=9988)

Info: Vitamin D Cegah Kanker Payudara

Konsumsi vitamin D saat remaja bisa mengurangi resiko terserang kanker payudara, ungkap sebuah penelitian yang semakin mengukuhkan pentingnya sinar matahari pagi mencegah berbagai tipe kanker.

Data dari studi yang didasarkan pada penduduk mendukung teori bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko serangan kanker pyudara, dan menyarankan bahwa pemberian vitamin D relatif pada usia muda mungkin sangat penting.

Dr. Julia A. Knight dari Mount Sinai Hospital, Toronto, melaporkan temuan timnya di Washington, pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research.

"Kami menemukan bukti bahwa banyak faktor berkaitan dengan pemberian vitamin D --termasuk dari sinar matahari dan sumber makanan (minyak ikan cod, susu yang diperkuat, beberapa jenis ikan seperti salmon dan tuna). Makanan tersebut memiliki hubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara. Terutama untuk pemberian vitamin selama masa remaja, dengan prosentase sekitar 25 persen sampai 45 persen," kata Knight.

Untuk supplements selama ini hanya mengandung komposisi umum seperti D-2, yang dinilai kurang potensial dibanding D-3. Sementara untuk multivitamin biasanya sedikit mengandung D-2, termasuk vitamin A, yang menhalangi penyerapan Vitamin D.

Temuan tersebut didasarkan pada studi yang membandingkan 576 perempuan, dalam usia 20 sampai 59 tahun, yang didiagnosis terserang kanker payudara dan 1.135 perempuan yang sehat dengan usia yang sama.

Ada bukti mengenai pengurangan besar resiko kanker payudara, seperti orang yang bekerja di luar rumah dan jumlah kegiatan di luar rumah pada usia 10 sampai 19 tahun dan 20 sampai 29 tahun.

Konsumsi minyak ikan cod selama 10 tahun atau lebih juga berhubungan dengan pengurangan resiko kanker payudara, demikian juga halnya dengan konsumsi lebih dari sembilan gelas susu per minggu dibandingkan dengan perempuan yang mengkonsumsi kurang dari lima gelas pada usia 20 sampai 29 tahun.

Knight menyimpulkan, "Bukti bertambah bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko kanker payudara, dan apa yang kami lihat sejalan dengan pendapat bahwa apa yang terjadi pada perkembangan kanker payudara pada masa remaja mungkin mempengaruhi resiko kanker payudara pada masa depan."

Sayang sekali kecenderungan kurangnya asupan vitamin D ini terhalangi dengan perilaku diet dikalangan remaja putri, yang bisa berkembangnya resiko kanker payudara," komentar Dr. William Nelson, spesialis kanker dari Johns Hopkins School of Public Health.

(ap/reuters/rit, sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000002993.html)

Jilbab Mengurangi Risiko Kanker

Beruntunglah anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi perempuan muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi anda dari penyakit mematikan.

Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.

Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan perempuan Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh - jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah.

"Jilbab melindungi perempuan dari infeksi saluran pernapasan bagian atas," tulis Saudi Gazette yang mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, jumlah perempuan penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki," lanjut Malaker.

"Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis. Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL).

Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut terbangun?, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring.

Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut. Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.

Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan. Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia, demikian Reuters.
[(yz)- Sumber Artikel: www.perempuan.com]

Info: Penyakit Gusi, Bagaimana Mencegahnya?

Penyakit gusi adalah satu peradangan yang dialami oleh gusi, yang selanjutnya bisa mempengaruhi tulang yang menopang gigi kita. Peradangan tersebut disebabkan oleh bakteri yang menjadi 'plak' gigi, lengket, dan lama-kelamaan akan melapisi gigi kita.

Maka, jika kita tak membersihkannya tiap hari, dengan menyikat gigi maupun flossing (membersihkan gigi dengan 'benang' gigi), 'plak' gigi kemudian akan makin terbentuk dan bakteri tak hanya menginfeksi gusi kita, namun juga membahayakan lapisan luar gusi dan tulang yang menopang gigi kita.

Ada beberapa tahapan timbulnya penyakit gusi :

1. Gingivitis

Ini merupakan tahap awal dari timbulnya penyakit gusi, peradangan disebabkan oleh 'plak' yang terbentuk di sekitar gusi. Jika pembersihan gigi yang dilakukan setiap hari tak mampu membersihkan dan mengangkat 'plak' yang terbentuk, hal itu bisa memproduksi racun yang bisa menyebabkan iritasi pada lapisan luar gusi, dan timbullah gingivitis.

Jika gusi kita berdarah saat kita menyikat gigi atau membersihkan gigi kita dengan 'benang gigi'. Pada tahap awal penyakit gusi ini, kerusakan lebih lanjut bisa diatasi, asalkan tulang dan jaringan luar gusi yang menyangga gigi yang terinfeksi tersebut masih belum terinfeksi juga.

2. Periodontitis

Pada tahap ini, tulang penyangga gigi dan jaringan yang menyangga gigi di tempat yang terinfeksi tersebut sudah mengalami 'kerusakan'. Gusi kita mulai membentuk 'kantong', yang akan menjadi 'perangkap' bagi makanan yang menempel dan 'plak'. Perawatan gigi yang rutin dan pembersihan sehari-hari yang dilakukan secara pribadi akan bisa mencegah kerusakan yang lebih parah.

3. Advanced Periodontitis

Pada tahap yang paling 'parah' dari penyakit gusi ini, jaringan dan tulang yang menyangga gigi telah hancur, yang mana hal ini bisa menyebabkan gigi tanggal. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan gigi kita saat mengunyah, apalagi jika tak dilakukan perawatan yang rutin terhadap gigi. Sehingga pada akhirnya gigi harus dicabut, karena sudah rusak dan keropos.

Penyakit gusi dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Jika hal itu bisa terdeteksi sejak awal, penyakit gusi bisa dihindari. Kita harus rutin memeriksakan gigi kita pada dokter gigi, jika kita mengalami gejala-gejala seperti dibawah ini:

- Gusi berwarna merah dan bengkak
- Gusi berdarah selama kita menyikat gigi atau melakukan flossing
- Gigi tampak lebih panjang, karena gusi tak lagi kuat menyangga
- Antara gusi dan gigi mulai ada jarak dan membentuk kantong
- Saat menggigit gigi goyang dan gusi terasa sakit
- Keluar nanah di antara gusi dan gigi
- Bau nafas kita tak sedap dan mulut kita selalu merasa tak nyaman

Jadi, Bagaimana Penyakit Gusi Dihindari?

Tahap awal dari penyakit gusi biasanya dapat dihindari dengan menyikat gigi dan flossing secara teratur. Menjaga kesehatan mulut juga akan membantu terbentuknya 'plak' gigi. Perawatan secara rutin oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang lain adalah cara yang tepat untuk mengangkat 'plak' yang terbentuk dan kemudian mengeras menjadi 'tartar'. Dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang lain akan membersihkan potensi terbentuknya 'tartar', di atas dan di bawah gusi.

Jika kondisinya lebih buruk, perlu dilakukan prosedur perawatan terhadap akar gigi. Prosedur tersebut akan membantu gigi, agar mampu menghambat tumbuhnya 'plak'. Dengan perawatan secara berkala pula, tahap awal penyakit gusi bisa dideteksi sejak dini, sehingga menghambat kerusakan yang lebih parah.
(bun~sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000003136.html)

Apel Gudangnya Antioksidan

Penelitian terbaru kembali memposisikan buah apel di peringkat teratas buah paling menyehatkan. Sebuah penelitian yang dilakukan Davis School of Medicine, University of California menemukan apel kaya akan kandungan flavonoids yang membantu memperkuat daya tahan sel dari kemungkinan penyakit jantung dan kanker seiring berjalannya usia.

Penelitian yang digagas U.S. Apple Association, Apple Products Research and Education Council ini adalah kelanjutan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, di mana flavonoids akan berperan sebagai antioksidan -- enzim yang membebaskan tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak DNA.

Dalam sebuah pernyataan kepada HealthDay, Eric Gershwin, profesor ahli alergi, reumatik dan imunologi dari Universitas California mengatakan: "Studi ini lebih menekankan pada riset tentang flavonoids pada apel dan olahan apel, seperti jus apel, yang bisa membantu mencegah kerusakan sel dalam tubuh.

Dalam studi yang dimuat di jurnal 'Experimental Biology and Medicine' ini, Gershwin dan rekan mengambil ekstrak sebuah apel yang diambil secara random dari beragam varietas apel, kemudian memasukkanya ke dalam sel endothelial pada pembuluh darah dan menambahkan ekstrak tersebut pada sel tumor necrosis factor (TNF), sebuah sel yang bisa meningkatkan peradangan dan memiliki kemungkinan membunuh sel-sel tubuh. Dan hasilnya, ekstrak apel bisa mencegah dan melindungi sel sehat dari sel yang telah mengandung TNF.

Sebenarnya manfaat apel sudah dikenal sejak jaman Romawi, pada masa itu apel kerap digunakan sebagai bahan pencuci alat perncernaan. Hal itu karena apel mengandung asam tartar yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.

Minum jus apel setiap hari juga bisa membantu otak tetap berfungsi baik, selain itu senyawa antioksidannya terutama vitamin C dan quercetin bisa mencegah kerusakan memori dan fungsi otak yang diakibatkan stres oksidatif (kondisi keterbatasan asupan antioksidan) yang membuat tubuh kita tak mampu menetralkan radikal bebas, yang akhirnya menjadi pemicu sederet penyakit, dari katarak hingga kanker.
(healthday/rit, sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000003270.html)

Info: ASI Cegah Bayi Ngompol

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of the American Academy of Pediatrics bulan ini menyatakan bahwa bayi yang tak minum ASI lebih cenderung ngompol dibanding bayi yang diberi ASI.

Robert Wood Johnson Medical School, New Jersey menyatakan selain kaya akan gizi yang penting bagi pertumbuhan bayi, air susu ibu juga mengandung asam lemak yang bisa memperbaiki dan mempercepat pertumbuhan otak, sementara mengompol itu sendiri terjadi karena terhambatnya pertumbuhan syaraf otak (delayed neurodevelopment)

Dari hasil studi yang dilakukan pada 55 anak usia lima sampai 13 tahun yang masih mengompol dan 117 mereka yang tak pernah ngompol, menunjukkan prosentase mengompol pada anak yang mengkonsumsi susu formula sekitar 81 persen, sementara mereka yang secara rutin mendapat ASI hanya 45 persen.

Tapi yang paling mengagumkan dalam studi ini adalah bayi yang mengkonsumsi baik susu formula maupun susu ibu justru mengalami hasil yang sama dengan bayi yang hanya mendapat susu formula tanpa ASI.

Selain mencegah ngompol, ASI juga manjur untuk menurunkan resiko diare, infeksi pernafasan, infeksi telinga dan infeksi lain yang terjadi pada bayi.

Studi sebelumnya menyebutkan keuntungan memberikan ASI pada si kecil, selain mempererat ikatan batin antara ibu dan anak, menyusui juga memberikan keuntungan bagi kesehatan masa depan anak kelak, karena bisa menurunkan resiko obesitas. Sementara bagi si ibu sendiri, menyusui bisa memperkecil resiko mengalami kanker payudara dan ovarium.

(spd/rit, sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000003388.html)

Ramuan Buah Alpukat untuk Merawat Rambut

Dulu kala sering terucap pepatah yang menyebut 'Rambut adalah mahkota wanita'.' Namun untuk jaman modern ini, bukan hanya kaum wanita yang melulu melakukan perawatan untuk mendapatkan penampilan menawan, pria pun tak ketinggalan. Untuk perawatan rambut, tentu banyak sekali produk-produk kecantikan yang ditawarkan di supermarket atau toko-toko terdekat. Namun, kita semua tentu menginginkan hasil terbaik untuk diri sendiri. Dan mungkin produk alamiah jadi pilihan bagi sebagian orang.

Walau mungkin agak ribet, namun produk alamiah ramuan sendiri menawarkan bahan yang bebas kimia dan mungkin juga ramah lingkungan yang didapat dari paduan tumbuhan dan herbal. Namun, jika Anda tak mau repot dengan meramu sendiri bahan-bahan alami, Anda bisa memilih produk perawatan rambut dengan bahan-bahan dasar alamiah.

Tapi jika Anda mau sedikit repot untuk hasil yang lebih bagus bagi 'mahkota' Anda, ada beberapa bahan alami dari buah-buahan yang dapat digunakan sebagai perawatan rambut. Salah satunya adalah alpokat. Buah yang satu ini direkomendasikan untuk daya hydrating dan kaya protein. Simak cara perawatan rambut dengan menggunakan alpukat berikut ini:

  • Haluskan satu buah alpokat yang sudah matang dan campurkan dengan satu sendok makan jus lemon. Satu sendok the garam laut dan satu sendok makan lidah buaya murni hingga seperti jadi pasta.
  • Sisirkan ramuan tadi di rambut Anda dengan jari.
  • Lalu tutup rabut Anda dengan shower cap, dan tutup dengan handuk di sekelilingnya menutupnya.
  • Diamkan selama 20 hingga 30 menit, selama itu Anda bisa menunggunya dengan membaca buku atau mendengarkan CD lagu.
  • Buka rambut Anda yang telah dilembabkan. Bilas dengan air, bersih, beri shampo dan bilas lagi untuk hasil rambut yang lembut dan menawan.

Selamat mencoba ...
(artb/erl, sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000004296.html)

Info: Olahraga Turunkan Resiko Hipertensi

Peningkatan aktivitas fisik berupa olahraga atau latihan jasmani secara teratur, terbukti dapat menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dan menurunkan risiko serangan hipertensi 50 persen lebih besar pada seseorang yang aktif berolahraga.

"Satu sesi olahraga rata-rata menurunkan tekanan darah lima hingga tujuh mmHg. Pengaruh penurunan tekanan darah ini dapat berlangsung sampai 22 jam setelah berolahraga," kata pakar olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Nora Sutarina, di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, aktivitas fisik berupa latihan jasmani secara teratur merupakan intervensi pertama untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi.

Berbagai penelitian tentang manfaat olahraga untuk mengendalikan berbagai penyakit degeneratif (tidak dapat disembuhkan) dan tidak menular, seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes, dan sebagainya, sudah dilakukan di berbagai negara.

Hasilnya, olahraga secara teratur terbukti bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah lainnya.

Menurut Nora, pengaruh olahraga dalam jangka panjang sekitar empat hingga enam bulan, dapat menurunkan tekanan darah sebesar 7,4/5,8 mmHg tanpa bantuan obat hipertensi.

"Penurunan tekanan darah sebanyak dua mmHg saja baik secara sistolik maupun diastolik dapat mengurangi risiko stroke sampai 14 hingga 17 persen dan menekan risiko penyakit kardiovaskuler sampai sembilan persen," katanya.

Selain itu, olahraga juga efektif untuk menurunkan berat badan bagi penderita obesitas (kegemukan). Hal itu karena penurunan berat badan empat hingga lima kilogram dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Menurut dia, olahraga secara teratur idealnya dilakukan tiga hingga lima kali seminggu, minimal 30 menit setiap sesi, dengan intensitas sedang.

Jenis olahraga yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah olahraga yang sifatnya ringan seperti jalan kaki jogging, bersepeda, dan berenang.

"Yang harus diperhatikan, sebelum berolahraga lakukan pemanasan terlebih dahulu lima sampai sepuluh menit. Pemanasan dapat dilakukan dengan latihan peregangan otat dan berjalan kaki perlahan-lahan," katanya.

Demikian pula setelah selesai berolahraga, latihan pendinginan dengan gerakan yang sama seperti saat pemanasan mutlak dilakukan, katanya.

Ketika akan memulai olahraga, penderita hipertensi baik derajat ringan, sedang, maupun berat harus terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter ahli.

Hal itu bertujuan agar program olahraga berefek positif terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh serta menghindari risiko cedera akibat berolahraga.

(ant/rit~sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000003686.html)

[Tips] Mencegah Cacingan pada Anak

Cacingan seringkali terjadi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan terjangkit pada orang dewasa. Hal ini terjadi bila kurang terjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari cacingan:

Pertama, biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang makanan atau setelah dari kamar mandi/WC dan setelah berpergian/bermain.

Kedua, gunting kuku secara teratur, karena kuku dapat menjadi perantara masuknya cacing ke tubuh kita.

Ketiga, cuci bersih sayuran dan buah yang hendak dimasak/dimakan.

Keempat, masak makanan/air minum hingga benar-benar matang.

Kelima, janganlah jajan disembarang tempat.

Keenam, gunakanlah alas kaki.

Ketujuh, jagalah kebersihan lingkungan disekitar kita.

(yz~ sumber: http://www.perempuan.com/index.php?ar_id=8277)

Info: Awas, Rokok Bisa Rusak Sperma!

Punya teman atau pacar yang ga bisa lepas dari rokok? Ga tahu lagi bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk mereka? Bagaimana jika Anda mulai mengatakan pada mereka bahwa rokok bisa menurunkan kualitas sperma bahkan merusak sperma.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya.

Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.

""Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.

"Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.

Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.

"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk.

Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok.

Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!
(reuters/rit, sumber: http://www.kapanlagi.com/a/0000004289.html)

Info: Penderita Asma Usia Muda Beresiko Alami Gangguan Psikologi

Asosiasi Federal Ahli Paru-Paru Jerman di Heidenheim mengatakan bahwa anak-anak yang menderita asma memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit psikologi.

Opini yang dilemparkan oleh asosiasi itu berdasarkan pada penelitian Amerika Serikat terhadap lebih dari 100 ribu anak-anak dan orang dewasa muda, yang menderita penyakit asma di usia muda.

Penelitian itu mengindikasikan bahwa penderita asma usia muda memiliki resiko tiga hingga empat kali untuk mengalami masalah psikologi, seperti hiperaktif akibat kurang perhatian, depresi, serangan panik atau kesulitan belajar.

Namun, belum diketahui secara tepat mengapa resiko menjadi semakin tinggi dalam kaitannya dengan makin parahnya penyakit asma yang diderita. Orang tua dari anak-anak yang menderita asma harus menyadari jika mengendalikan asma lebih dari sekedar rutin mengonsumsi obat-obatan.

Menurut Asosiasi Paru-Paru, perkembangan psikologi anak, kesehatan mental dan kemampuan intelektual saling berhubungan.

Orang tua dengan anak penderita asma dianjurkan untuk memberikan perhatian lebih pada tanda-tanda depresi atau tingkah laku lain yang di luar kewajaran dan membicarakan setiap masalah yang mungkin dialami anak di sekolah sebagai hasil dari penyakitnya, dengan para pakar.

(*/bun Sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000004339.html)

Info: Ingin Jantung Sehat? Kurangi Garam

Tahukah Anda, konsumsi garam dalam taraf wajar dan tak berlebihan bukan hanya bisa mengurangi tekanan darah, tapi juga mengurangi resiko penyakit jantung secara keseluruhan.

Dalam laporan media yang dilansir dari BBC, Jumat (20/04), menyebutkan mereka yang berada di ambang tekanan darah tinggi dan mengurangi asupan sodium sebesar 25 sampai 35 persen ternyata mampu mengurangi resiko penyakit jantung secara menyeluruh sampai 25 persen. Dan penurunan resiko ini berlangsung selama 10 sampai 15 tahun.

Dr. Nancy Cook dan rekan dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston meneliti lebih dari 3 ribu relawan yang tergabung dalam sebuah studi tentang makanan berkadar garam rendah dan dampaknya pada tekanan darah tinggi.

Dalam laporannya di British Medical Journal, relawan yang diberikan makanan berkadar garam rendah memiliki resiko lebih kecil terhadap segala jenis penyakit jantung bahkan 10 sampai 15 tahun kemudian. Mereka juga menghadapi kemungkinan 20 persen lebih rendah dari kematian dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan normal.

"Studi kami membuktikan bahwa pengurangan sodium bisa mencegah penyakit jantung dan dapat menghilangkan setiap residu yang berhubungan bahwa pengurangan sodium dapat berbahaya," jelas Nancy.

National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), yang mendanai studi itu, menyarankan pengurangan konsumsi sodium, karena asupan garam jelas berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

Saat ini tercatat lebih dari 65 juta orang dewasa di AS, satu dari tiga, tak dapat menghindari dari tekanan darah tinggi, di atas 140/90, kata NHLBI. Sebanyak 59 juta orang lagi memiliki resiko terserang darah tinggi --yang dimasukkan ke dalam tekanan darah 120/80 atau lebih.

Rata-rata makanan di AS dan Inggris mengandung lebih dari 2,300Mg sodium yang direkomendasikan setiap hari oleh NHLBI dan kelompok ahli.

Tim jurumasak mengatakan garam mungkin berdampak pada saluran darah dan kesehatan jantung dengan cara melalui tekanan darah. Karena sodium membuat pembuluh darah tak mampu mengembang dan berkontraksi dan memperkeras sel jantung.

Pengurangan asupan sodium untuk mencegah resiko sakit jantung juga diamini Professor Graham MacGregor, konsultan kesehatan cardiovascular di Rumah Sakit St George, London dan kepala Consensus Action Group on Salt. MacGregor berharap pada 2010 setiap orang bisa mengkonsumsi garam tidak lebih dari enam gram perharinya.

Berikut batas asupan garam/sodium berdasarkan usia:
- 1 to 3 years - 2 g salt a day (0.8g sodium)
- 4 to 6 years - 3g salt a day (1.2g sodium)
- 7 to 10 years - 5g salt a day (2g sodium)
- 11 and over - 6g salt a day (2.5g sodium)

(Sumber: Food Standards Agency (bbc/rit)~ taken from http://www.kapanlagi.com/a/0000004202.html)

[Tips] Cantik Dengan Madu Alami

Ternyata madu tidak sebatas sebagai jenis makanan yang memiliki gizi yang tinggi. Madu juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Terdapat sejumlah produk kecantikan yang dapat dibeli di toko-toko yang berbahan dasar madu, bagi Anda yang tak mau ribet. Tapi jika Anda lebih senang mengambil manfaat madu alami untuk memoles kecantikan Anda, simak tips yang kami suguhkan ini.

Masker Madu
Oleskan madu murni pada wajah Anda dan biarkan selama kira-kira 15 menit, hingga mongering. Setelah kering, basuhlah wajah Anda dengan air hangat.

Mandi Untuk Kulit Berkilau
Untuk melembabkan, melembutkan dan membuat kulit berkilau, bawa serta sebotol madu saat Anda mandi. Oleskan ke kulit dan tepuk-tepuk dengan kedua tangan hingga mengering. Sementara menepuk-nempuk kulit, madu akan lengket di kulit Anda. Basuhlah bekas madu yang lengket tersebut setelah Anda selesai. Dan Anda bisa menikmati hasilnya dengan kulit yang nampak cantik nan cerah!!!

Mandi Madu
Untuk mendapatkan aroma yang manis dan kulit lembut, tambahkan ¼ hingga ½ cangkir madu di air mandi Anda.

Scrub Madu
Campurkan 1 sendok teh madu dengan seikit tepung almond ke telapak tangan Anda. Gosokan perlahan ke wajah sebagai scrub wajah. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk mengangkat madu.

Pembersih Wajah Setiap Hari
Campurkan 1 sendok makan madu dengan sedikit susu bubuk di telapak tangan. Oleskan di wajah untuk membersihkan semua kotoran dan make-up, dan lalu basuh hingga bersih dengan air hangat.

Rambut Berkilau
Untuk membuat rambut Anda berkilau, campurkan 1 sendok makan madu, perasan satu jeruk nipis, dan sedikit air hangat. Bilas rambut Anda dengan shampo seperti biasa dan lalu tuangkan campuran tadi pada rambut. Keringkan rambut dengan cara biasa.

Conditioner Rambut
Untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, campurkan ½ cangkir madu dan satu sendok malan minyak zaitun. Oleskan merata ke rambut dan kulit kepala, lalu ambil penutup rambut dan biarkan selama 30 menit dalam keadaan tertutup. Setelah 30 menit, keramasi dengan shampo dan bilas rambut Anda seperti biasa.

Toner Kulit
Untuk mengencangkan, melembutkan dan melembabkan kulit, campurkan 1 buah kulit jeruk ditambah satu sendok makan madu dalam blender hingga halus. Gosokan perlahan campuran madu tadi ke wajah dan biarkan selama 15 menit. Lalu basuh wajah Anda dengan air
hangat untuk membersihkan campuran tadi.

Jika Anda mau sedikit repot, dengan tips yang kami berikan di atas Anda dapat menciptakan produk-produk bak spa di rumah. Madu memang produk yang paling luar biasa untuk kecantikan dimana didalamnya terkandung enzyme bermanfaat, vitamin dan mineral. Tapi, sebelum Anda melakukan eksperimen, sebaiknya pastikan produk madu yang Anda beli 100% murni. Dan bagi Anda yang alergi pada madu, sebaiknya jangan mencoba resep ini.
(thufail-Sumber: http://www.mediamuslim.info)

Info: Konsumsi Kalsium Berlebihan Naikkan Resiko Kanker Prostat

Hasil dari satu penelitian yang di publikasikan di majalah kedokteran The International Journal of Cancer telah mengindikasikan akan adanya kaitan antara pola makan dengan kandungan kalsium yang tinggi dengan resiko kanker prostat.

Dr.Panagiota N.Notrou dari Lembaga Kanker Nasional di Rockville, Maryland beserta rekan-rekannya menemukan hubungan meningkatnya resiko terkena kanker prostat dengan meningkatnya konsumsi asupan makanan produk olahan hewan seperti susu, keju telur, mentega dan lain-lainnya.

Untuk menyelidiki lebih lanjut para peneliti melakukan penelitian dan pengamatan menggunakan data dan catatan medis yang diperoleh dari penelitian pencegahan kanker dengan menggunakan Alpha-Tocopherol, Beta-Carotene (ATBC) untuk menguji tingkat asupan kalsium dan kaitannya terhadap risiko kanker prostat.

Penelitian ATBC yang menyertakan 29.133 pria perokok berkebangsaan Finlandia dengan kisaran usia 50 hingga 69 tahun yang menyelesaikan lembar pertanyaan mengenai 276 macam makanan untuk mengetahui pola makan mereka pada saat penelitian dimulai .

Setelah berlalu kurun waktu 17 tahun tim peneliti menemukan sebanyak 1.267 kasus kanker prostat dari jumlah total 27.028, mereka yang mengisi data hingga tuntas juga disertakan dalam analisa akhir.

"Kami menemukan adanya hubungan sebab akibat yang kuat antara asupan kalsium dengan risiko kanker prostat," kata tim peneliti .

Setelah melakukan penyesuaian data terhadap sejumlah variabel yang penting maka ditemukan risiko kanker prostat sebesar 63% lebih besar bagi mereka yang mengkonsumsi sebanyak lebih dari 2000 mg kalsium dibandingkan dengan pria-pria yang menerima asupan kalsium kurang dari 1.000 mg tiap harinya, maka terlihat perbedaan statistik yang mencolok.

Kaitan yang yang jelas juga mengamati jumlah total asupan protein hewani dengan risiko kanker prostat namun hal itu menjadi tidak jelas saat menghilangkan pengaruh usnur kalsium.Dengan perkataan lain hubungan erat antara lemak berasal dari lemak hewani dengan kanker prostat menjadi gugur saat unsur kalsiumnya dihilangkan.

Mereka para peneliti juga mengatakan bahwa pemindaian dengan menggunakan antigen khusus prostat (PSA) satu senyawa yang menjadi penanda bagi adanya kanker prostat.

"Karenanya sebagian besar dari kasus yang kami temukan adalah meriupakan hasil temuan gejala klinis," kata Nitrou dan timnya menjelaskan.

"Hal itu juga mengurangi kesalahan dalam pendeteksian kanker prostat tersebut."

(*/cax ~ Sumber: http://www.kapanlagi.com/a/0000004335.html)

Info: Tomat Tak Terbukti Cegah Kanker!

Anggapan bahwa lycopene yang terdapat dalam buah tomat dapat mencegah kanker harus diluruskan, demikian dikatakan oleh para ilmuwan dari badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat, FDA, Rabu (11/07).

Tak ada bukti kuat bahwa asupan yang mengandung lycopene yaitu zat yang memberi warna merah pada buah tomat akan mengurangi risiko terkena berbagai jenis kanker, demikian dilaporkan oleh Dr.Claudine Kavanaugh dan rekan-rekannya dari pusat penelitian keselamatan makanan dan aplikasi nutrisi FDA, College Park, Maryland dalam makalahnya yang dipublikasikan lewat situs internet Lembaga Kanker Amerika.

"Sejauh ini belum ada bukti bahwa buah tomat mencegah kanker paru-paru, payudara, indung telur dan usus karena masih sangat sedikit bukti-bukti yang dapat mendukung hal itu serta masih sangat sedikit pembuktian yang menunjang bahwa buah yang berwarna merah dapat mengurangi risiko kanker prostat, lambung dan pankreas.

Namun dikatakan oleh Dr. Edward Giovannucci dari sekolah kedokteran Harvard Fakultas Kesehatan Masyarakat bahwa temuan itu janganlah diartikan bahwa buah tomat tidak mempunyai manfaat sama sekali dalam hal kanker prostat demikian ia menulis dalam tajuk yang menyertai laporan Kavanaugh.

"Walaupun dapat dikatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa asupan saus tomat atau lycopene sama sekali tidak membawa manfaat bagi pencegahan penyakit kanker prostat karena penelitian dibidang itu masih tetap terbuka dan menjanjikan ," kata Giovannucci.

FDA mulai memeriksa data yang berkaitan dengan lycopene atau buah tomat setelah sejumlah perusahaan yang memproduksi saus tomat dan suplemen meminta ijin untuk dapat menyertakan keterangan bahwa produk mereka dapat mencegah kanker.

Bada pemerintah tersebut melakukan evaluasi sebanyak 145 penelitian mengenai lycopene atau tomat atau berbagai produk olahan tomat yang dijadikan asupan dapat mencegah berbagai jenis kanker.

Dalam tajuknya Giovannucci mengemukakan pada masa sekarang banyak kasus kanker prostat telah dapat dideteksi pada stadium dini melalui test PSA.

Sejumlah penelitian sebelumnya yang mendukung pendapat bahwa lycopene yang ada dalam buah tomat dapat mencegah kanker telah banyak dilakukan sebelum ditemukannya cara deteksi kanker prostat, yaitu tes PSA atau di negara-negara dimana tes PSA belum umum dilaksanakan yang berarti kanker yang ditemukan umumnya telah dalam stadium lanjut, pendapat tersebut sangat diyakini kebenarannya hal itu dapat dimengerti, demikian kata Giovannucci.

"Karenanya mungkin saja lycopene dapat banyak membantu atau bermanfaat bagi penderita kanker prostat stadium lanjut namun tak begitu besar atau sama manfaatnya bagi kanker prostat tahap dini, dan kemungkinannya saat ini penyakit tumor ganas dapat didiagnosa walaupun masih dalam tahap awal melalui tes PSA," kata Giovannucci.

(*/rit, sumber: http://www.kapanlagi.com/a/0000004363.html)