Selasa, Agustus 21, 2007

Apel Gudangnya Antioksidan

Penelitian terbaru kembali memposisikan buah apel di peringkat teratas buah paling menyehatkan. Sebuah penelitian yang dilakukan Davis School of Medicine, University of California menemukan apel kaya akan kandungan flavonoids yang membantu memperkuat daya tahan sel dari kemungkinan penyakit jantung dan kanker seiring berjalannya usia.

Penelitian yang digagas U.S. Apple Association, Apple Products Research and Education Council ini adalah kelanjutan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, di mana flavonoids akan berperan sebagai antioksidan -- enzim yang membebaskan tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak DNA.

Dalam sebuah pernyataan kepada HealthDay, Eric Gershwin, profesor ahli alergi, reumatik dan imunologi dari Universitas California mengatakan: "Studi ini lebih menekankan pada riset tentang flavonoids pada apel dan olahan apel, seperti jus apel, yang bisa membantu mencegah kerusakan sel dalam tubuh.

Dalam studi yang dimuat di jurnal 'Experimental Biology and Medicine' ini, Gershwin dan rekan mengambil ekstrak sebuah apel yang diambil secara random dari beragam varietas apel, kemudian memasukkanya ke dalam sel endothelial pada pembuluh darah dan menambahkan ekstrak tersebut pada sel tumor necrosis factor (TNF), sebuah sel yang bisa meningkatkan peradangan dan memiliki kemungkinan membunuh sel-sel tubuh. Dan hasilnya, ekstrak apel bisa mencegah dan melindungi sel sehat dari sel yang telah mengandung TNF.

Sebenarnya manfaat apel sudah dikenal sejak jaman Romawi, pada masa itu apel kerap digunakan sebagai bahan pencuci alat perncernaan. Hal itu karena apel mengandung asam tartar yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.

Minum jus apel setiap hari juga bisa membantu otak tetap berfungsi baik, selain itu senyawa antioksidannya terutama vitamin C dan quercetin bisa mencegah kerusakan memori dan fungsi otak yang diakibatkan stres oksidatif (kondisi keterbatasan asupan antioksidan) yang membuat tubuh kita tak mampu menetralkan radikal bebas, yang akhirnya menjadi pemicu sederet penyakit, dari katarak hingga kanker.
(healthday/rit, sumber:http://www.kapanlagi.com/a/0000003270.html)

Tidak ada komentar: