Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 21, 2007

Info: Sering Deg-degan, Hati-hati Gangguan Jantung

Jangan anggap enteng deg-degan alias berdebar-debar tanpa sebab. Apalagi jika disertai sesak nafas dan pusing. Bisa jadi irama jantung anda terganggu.

"Gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan dalam praktek sehari-hari adalah fibrilasi atrium (FA)," ujar Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof Dr Sjaharuddin Harun, seperti dikutip Radar Banjarmasin.

Ia menjelaskan, gejala yang sering dikeluhkan penderita gangguan irama jantung adalah sesak nafas, pusing, rasa letih, ataupun nyeri dada. Kejadian FA, menurut penelitian Framingham, akan meningkat seiring makin meningkatnya usia. Umumnya, gangguan ini diderita orang yang berusia di atas 65 tahun.

Di Indonesia, pada 2020 diperkirakan akan ada 28 juta orang yang mengidap ganguan irama jantung. Apa risiko gangguan irama jantung ini?

"Gangguan itu berisiko menyebabkan stroke tromboembolik. Jadi ada perlambatan aliran darah di atrium kiri atau serambi kiri jantung, yang dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di rongga jantung," jelas Sjaharuddin.

Penyebab gangguan ini, lanjutnya, bisa karena ada kelainan yang mendasari. Misalnya saja, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, dan gagal ginjal. "Tapi sebagian besar kasus tidak diketahui penyebab dasarnya," tambahnya.

Secara umum, sebenarnya dokter umum bisa mendeteksi adanya gangguan irama jantung. Sebab dari pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan itu bisa diketahui.

(yz~sumber:http://perempuan.com/index.php?ar_id=9988)

Info: Awas, Rokok Bisa Rusak Sperma!

Punya teman atau pacar yang ga bisa lepas dari rokok? Ga tahu lagi bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk mereka? Bagaimana jika Anda mulai mengatakan pada mereka bahwa rokok bisa menurunkan kualitas sperma bahkan merusak sperma.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya.

Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.

""Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.

"Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.

Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.

"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk.

Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok.

Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!
(reuters/rit, sumber: http://www.kapanlagi.com/a/0000004289.html)

Info: Ingin Jantung Sehat? Kurangi Garam

Tahukah Anda, konsumsi garam dalam taraf wajar dan tak berlebihan bukan hanya bisa mengurangi tekanan darah, tapi juga mengurangi resiko penyakit jantung secara keseluruhan.

Dalam laporan media yang dilansir dari BBC, Jumat (20/04), menyebutkan mereka yang berada di ambang tekanan darah tinggi dan mengurangi asupan sodium sebesar 25 sampai 35 persen ternyata mampu mengurangi resiko penyakit jantung secara menyeluruh sampai 25 persen. Dan penurunan resiko ini berlangsung selama 10 sampai 15 tahun.

Dr. Nancy Cook dan rekan dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston meneliti lebih dari 3 ribu relawan yang tergabung dalam sebuah studi tentang makanan berkadar garam rendah dan dampaknya pada tekanan darah tinggi.

Dalam laporannya di British Medical Journal, relawan yang diberikan makanan berkadar garam rendah memiliki resiko lebih kecil terhadap segala jenis penyakit jantung bahkan 10 sampai 15 tahun kemudian. Mereka juga menghadapi kemungkinan 20 persen lebih rendah dari kematian dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan normal.

"Studi kami membuktikan bahwa pengurangan sodium bisa mencegah penyakit jantung dan dapat menghilangkan setiap residu yang berhubungan bahwa pengurangan sodium dapat berbahaya," jelas Nancy.

National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), yang mendanai studi itu, menyarankan pengurangan konsumsi sodium, karena asupan garam jelas berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

Saat ini tercatat lebih dari 65 juta orang dewasa di AS, satu dari tiga, tak dapat menghindari dari tekanan darah tinggi, di atas 140/90, kata NHLBI. Sebanyak 59 juta orang lagi memiliki resiko terserang darah tinggi --yang dimasukkan ke dalam tekanan darah 120/80 atau lebih.

Rata-rata makanan di AS dan Inggris mengandung lebih dari 2,300Mg sodium yang direkomendasikan setiap hari oleh NHLBI dan kelompok ahli.

Tim jurumasak mengatakan garam mungkin berdampak pada saluran darah dan kesehatan jantung dengan cara melalui tekanan darah. Karena sodium membuat pembuluh darah tak mampu mengembang dan berkontraksi dan memperkeras sel jantung.

Pengurangan asupan sodium untuk mencegah resiko sakit jantung juga diamini Professor Graham MacGregor, konsultan kesehatan cardiovascular di Rumah Sakit St George, London dan kepala Consensus Action Group on Salt. MacGregor berharap pada 2010 setiap orang bisa mengkonsumsi garam tidak lebih dari enam gram perharinya.

Berikut batas asupan garam/sodium berdasarkan usia:
- 1 to 3 years - 2 g salt a day (0.8g sodium)
- 4 to 6 years - 3g salt a day (1.2g sodium)
- 7 to 10 years - 5g salt a day (2g sodium)
- 11 and over - 6g salt a day (2.5g sodium)

(Sumber: Food Standards Agency (bbc/rit)~ taken from http://www.kapanlagi.com/a/0000004202.html)

Senin, Agustus 20, 2007

Air Putih Baik Bagi Kesehatan Jantung

Ingin turunkan resiko sakit jantung? Minum saja air putih. Mungkin ungkapan tersebut terbilang sangat sederhana, tapi begitulah hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Loma Linda University di California.

Riset tersebut mengemukakan orang yang minum minimal lima gelas air perhari lebih jarang meninggal dunia akibat serangan jantung dibandingkan yang minum air kurang dari dua gelas setiap harinya.

Sebaliknya orang yang mengkonsumsi minuman selain air putih beresiko meninggal akibat serangan jantung dibandingkan yang minum lebih sedikit.

Analisi ini didasarkan pada studi yang melibatkan 8.280 pria dan 12.017 wanita dengan kisaran usia 38 tahun. Studi selama enam tahun yang dipimpin oleh Jacqueline Chan, DrPH bersama rekannya Synnove Knutsen, MD, PhD, ini mencatat kejadian dan perkembangan penyakit jantung koroner. Dari jumlah tersebut 246 responden meninggal akibat sakit jantung.

Hasil studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology ini menyebutkan risiko serangan jantung pada responden yang minum lebih dari 5 gelas perhari berkurang sampai 41 persen. Sementara pada pria risiko kondisi yang mengkonsumsi minuman lain termasuk teh, kopi, jus, susu dan alkohol tetap beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Menurut Chan air yang diminum akan diserap masuk ke dalam aliran darah, hal ini bisa menurunkan ketebalan pembuluh darah, jadi resiko terkena serangan jantung yang dipicu bekuan darah pun akan berkurang.

Sebaliknya minuman lain akan mempertebal pembuluh darah, pasalnya setelah dicerna bahan ini akan mengandung konsentrasi yang sama dengan darah.

Berbeda halnya dengan aspirin dan alkohol yang bisa menurunkan risiko serangan jantung tapi disertai problem kesehatan lain, sementara air tergolong murah, mudah diperoleh dan tak membahayakan.
(lluedu/rit, sumberhttp://www.kapanlagi.com/a/0000003020.html)

Susu Onta Obat Kanker dan Jantung

Zat "al-nano" yang berasal dari susu onta dapat dijadikan kapsul untuk dikonsumsi sebagai obat melawan sel-sel kanker dan penyakit jantung.

Menurut Dr Akram Askar, ahli penyakit dalam di rumah sakit (RS) King Khalid Riyadh, Arab Saudi, seperti dikutip harian Okaz, belum lama ini, menyebutkan Al-Nano itu mudah dicerna sehingga tepat untuk menghalangi perkembangan sel kanker.

"Penemuan Al-Nano sebenarnya pada 1989 setelah dilakukan penelitian medis selama lima tahun oleh Dr Raymond Hamzer dari Belgia dan telah disiarkan di salah satu jurnal medis terkenal," papar Akram.

Zat yang dikeluarkan dari susu binatang yang dikenal dengan sebutan "safinatus sahra" (kapal padang pasir) itu, juga disebut sebagai penangkal kelebihan zat asam pada perut.

[(yz), sumber: http://www.perempuan.com)