Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan

Senin, September 10, 2007

Obat Herbal Biduri

Sifat dan Kasiat

Kulit akar biduri berkhasiat kolagola, peluruh keringat (diaforetik), perangsang muntah (emetik), memacu kerja enzim pencernaan (alteratif) dan peluruh kencing (diuretik). Kulit kayu biduri berkhasiat emetik, bunga berkhasiat tonik dan menambah nafsu makan (stomakik).

Daun berkhasiat rubifasien dan menghilangkan gatal. Getahnya beracun dan dapat menyebabkan muntah. Namun berkhasiat sebagai obat pencahar.

Kandungan Kimia

Akar mengandung saponin, sapogenin, kalotropin, kalotoksin, uskarin, kalaktin, gigatin dan harsa. Daun mengandung saponion, flavonoid, polifenol, tanin dan kalsium oksalat. Batang mengandung tanin, saponin dan kalsium oksalat. getah mengandung racun jantung yang menyerupai digitalis.

Bagian yang digunakan:
  • Kulit akar, daun, getah dan bunga.
Indikasi

Kulit akar digunakan untuk pengobatan:
  • Demam
  • Perut terasa penuh
  • Kaki pegal dan lemas
  • Gigitan ular beracun, Borok kronis, dan
  • Penyakit kulit lainnya
Daun digunakan untuk pengobatan:
  • Kudis, luka, borok, sariawan
  • Gatal pada cacar (varicella)
  • Campak (measles)
  • Demam, dan
  • Batuk
Bunga digunakan uuntuk pengobatan:
  • Radang lambung
  • Batuk, sesak napas, influenza
  • Sifilis sekunder, kencing nanah (gonorrhoea) dan kusta (lepra)
Getah digunakan untuk pengobatan:
  • Bisul, eksim
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Luka pada sifilis, luka di kaki
  • Sakit gigi
  • Mencabut duri yang menusuk kulit
Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 0,1 - 0,65 g kulit akar, lalu diminum.

Untuk pemakaian luar, layukan daun segar secukupnya, lalu tambahkan kapur sirih dan giling sampai halus. Selanjutnya lumurkan ramuan ke bagian tubuh yang terkena penyakit kudis. Untuk sakit perut, layukan daun segar di atas api, lalu oleskan minyak di bagian permukaannya, digunakan untuk menutup perut. Untuk sakit telinga, tumbuk dau muda sampai halus, lalu peras. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit. Untuk luka atau borok, giling daun kering sampai halus, lalu taburkan serbuk pada bagian yang luka atau borok.

Contoh Pemakaian

Gastritis
Cuci 1/3 genggam bunga biduri, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa kira-kira 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Selanjutnya ramuan siap untuk diminum. Untuk pengobatan, minum ramuan ini sebanyak 3/4 gelas, sehari tiga kali.

Lepra, Sifilis, sekunder, gonorrhoea
Rebus 0,1 g bunga kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum.

Digigit ular berbisa
Cuci akar sebesar 1 jari sampai bersih, lalu kunyah dan airnya ditelan, sedangkan ampasnya digunakan untuk menutup luka.

Kaki pegal dan lemas
Cuci akar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan tepung beras (sama banyak) dan aduk sampai rata. Gosokkan ramuan pada bagian kaki yang sakit.

Bisul
Teteskan getah buah di atas bisul yang membandel.

Luka pada sifilis dan kaki
Cuci luka-luka pada sifilis dan kaki, lalu oleskan getah biduri pada luka tersebut.

Tertusuk duri halus
Teteskan getah biduri pada bagian tubuh yang tertusuk duri. Secara langsung, getah akan mengaluarkan duri di dalam kulit dengan sendirinya.

Pembesaran kelenjar getah bening
Oleskan kelenjar yang membengkak dengan getah biduri.

Sakit gigi
Oleskan getah biduri pada gigi yang sakit. Cara pengolesan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan mengenai gigi yang sehat.

Batuk dan sesak napas
Bakar daun kering lalu hisap akarnya.

Sariawan
Cuci daun secukupnya sampai bersih, tumbuk sampai halus kemudian diperas. Oleskan air perasanya pada bagian yang sariawan.

Campak
Cuci 1/4 bagian daun biduri, 1/4 genggam daun asam muda dan rimpang kunyit sebesar 1/2 jari, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu cangkir air masak dan satu sendok makan madu. lalu aduk sampai rata. Selanjutnya ramuan disaring dan air saringannya diminum. Pengobatan ini dilakukan 2 kali sehari.

Sakit telinga
Cuci daun muda sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya peras dan saring, lalu airnya diteteskan pada bagian telinga yang sakit. Lakukan pengobatan in 3-4 kali sehari.

Sakit perut
Cuci daun sampai bersih lalu layukan di atas api. Oleskan minyak, kemudian letakkan daun dieskitar perut.

Kudis
Cuci satu genggam daun segar sampai bersih, llau bilas dengan air matang. Layukan daun-daun tersebut di atas api, lalu tumbuk dan tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Penumbukan dilakukan sampai ramuan menjadi adonan seperti bubur kental. Terakhir oleskan ramuan pada tangan dan kaki yang kudisan.

Gatal
Cuci daun biduri sampai bersih, lalu oleskan minyak kelapa di bagian permukaanya dan layukan di atas api. Bahan tersebut digunakan untuk membalur luka.

Catatan

Getah tumbuhan biduri beracun. Karena getahnya terdapat pada semua bagian tumbuhan maka dosis berlebihan dapat menimbulkan tanda-tanda keracunan.

Di India, dosis yang digunakan cukup besar, yaitu 3,25 - 3,9 g untuk khasiat emetik, sifilis sekunder, gangguan spasmodik, leukoderma, lepra dan rematik kronis. Akar yang dibakar, lalu ditambah minyak. dapat digunakan untuk memoles kelainan kulit seperti sifilis dan lepra. Jika kulit akar yang ditumbuk halus dan ditambah dengan cukup beras, akan membentuk adonan seperti bubur kental. Adonan ini dapat diborehkan pada kaki yang bengkak karena penyakit kaki gajah, yang disertai bengkak pada kantung buah zakar (elefantiasis tungkai dan scrotum)

Ibu hamil dilarang minum ekstrak tumbuhan ini karena dapat menyebabkan keguguran.

(Sumber: Atlas Tumbuhan Obat (Dr. Setiawan Dalimartha) Sumber Artikel dinukil dari: http://jacksite.wordpress.com, Kategori Kesehatan, Alternatif)

Obat Herbal Inggu [Ruta angustifolia [L.] Pers.]

Di Jawa tumbuhan yang dapat menyebabkan iritasi lokal ini sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1000 m dpl. Terna, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping, percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tak sedap.

Sifat dan Khasiat

Herba berasa pedas, agak pahit, dingin, berkhasiat sebagai pereda demam (antiperik), penghilang nyeri (analgesik), anti radang, penawar racun (antitoksik), peluruh kentut (karminatif), membuyarkan bekuan darah, pereda kejang (antikonsulvan), peluruh haid (emenagog), abortivum, pembersih darah, stimulan pada saraf dan kandungan (uterus), antelmintik. Minyak asiri mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. Berkhasiat sebagai abortivum dan rubifasien.

Kandungan Kimia

Minyak asiri mengandung metil-noniketone sampai 90%, ketone pinena, I-limonena, ceneol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxine, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun krim dan wangi-wangian.

Bagian yang digunakan

Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar maupun yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.

Indikasi

Herba ini dapat mengatasi: demam, influenza, batuk, radang paru, kejang pada anak, ayan (epilepsi), kecikutan (singultus, hiccup), kolik, histeri (hysteria), menghilangkan nyeri seperti nyeri ulu hati, dada dan hernia, hepatitis, haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea), ekzema pada anak, bisul, radang kulit bernanah, memar akibat terbentur benda keras, gigitan ular berbisa dan serangga, keracunan obat atau keracunan lain yang mematikan, radang vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa) dan cacingan.

Cara Pemakaian

Herba sebanyak 10-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau diremas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar dan rematik. Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak dan kadang timbul lepuh (bulla). Minyak asirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gisik untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Sejumlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus) Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, ternyata pada ovarium mencit berumur 21, 35 dan 49 hari terjadi penurunan jumlah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedang jumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas Biologi UGM, 1993).

Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4-5 hari dengan dosis 0,08 mg/g bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina properia endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).

Contoh Pemakaian

Demam
Sebanyak 1/2 genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Kejang pada anak
Sebanyak 15-20 g daun inggu segar dicuci bersih lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore hari.

Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak yang sedang kejang.

Nyeri ulu hati
Sebanyak 15g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus.

Merangsang haid
Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Setiap kali minum cukup 1/2 gelas.

Kecikukan
Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menajdi 3/4 bagian. setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. Setiap kali minum dapat ditambah made secukupnya.

Sakit telinga
Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasanya diteteskan pada telinga yang sakit.

Sakit kepala
Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua pelipis.

Saki gigi
Tiga lembar daun inggu sebar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke salam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.

Ketombe, Gudig
Segenggam daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.

Bisul
Segenggan daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul.

Hepatitis
Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai airnya tersisa separo. Setelah dingin disaring. Tambahkan air gula batu seperlunya bila hendak diminum. Sehari diminum 2 kali, masing-masing cukup 3/4 gelas

Catatan

Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan ini.

Dosis yang berlebihan menimbulkan tanda-tanda acro-narcotic poison dan menyebabkan keguguran pada perempuan hamil.

Beberapa zat aktif pada herba ini dapat menimbulkan hipersensitif terhadap cahaya bagi pemakainya (fototoksik). Setelah menggunakan herba ini, hindari terkena cahaya matahari langsung, untuk mencegah timbulnya kemerahan pada kulit, pembengkakan, sampai luka bakar. Timbulnya dermatitis dapat terjadi pada beberapa pengguna yang sensitif.

(Sumber: Atlas Tumbuhan Obat (Dr. Setiawan Dalimartha) Sumber Artikel dinukil dari: http://jacksite.wordpress.com, Kategori Kesehatan, Alternatif)

Obat Herbal Iler

Umumnya, iler ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Herba yang berasal dari Asia Tenggara ini banyak ditemukan pada tempat-tempat yang lembab dan terbuka, seperti di pinggir selokan , pematang sawah atau di tepi jalan pedesaan pada ketinggian 1-1.300 m dpl.

Sifat dan Khasiat

Iler baunya harum, rasanya agak pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagog), perangsang nafsu makan, penetralisir racun (antitoksik), menghambat pertumbuhan bakteri (antiseptik), menbuyarkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul dan pembunuh cacing (vermisida).

Kandungan Kimia

Batang dan daun mengandung minyak asiri, fenol, tanin, lemak, phytosterol, kalsium oksalat dan peptic substances.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan untuk berbagai macam penyakit adalah daun dan batang.

Indikasi

Daun digunakan untuk pengobatan:
  • Wasir
  • Terlambat Haid
  • Keputihan
  • Demam, Demam Nifas
  • Kencing Manis (diabetes mellitus)
  • Sukar buang air besar (Sembelit)
  • Gangguan Pencernaan Makanan (dispepsi)
  • Cacingan
Akar digunakan untuk pengobatan:
  • Perut mulas, mencret (diare)
Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 5-15 lembar daun, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, cara penggunaanya sebagai berikut: Giling daun sampai halus, lalu turapkan pada bisul, abses, borok, luka bernanah, sakit kepala, demam nifas, serta gigitan ular dan serangga berracun. Selain itu, ramuan ini dapat digunakan sebagai tapal setelah persalinan.

Cuci daun sampai bersih, lalu bilas dengan air masak. Selanjutnya, giling sampai halus, lalu saring dan air saringannya dapat digunakan sebagai obat tetes pada penderita radang telinga atau sebagai antiseptik sewaktu memotong tali pusat bayi yang baru lahir.

Rebus daun dalamair sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin, air rebusanya itu dapat digunakan sebagai obat tetes mata yang meradang atau untuk mencuci luka.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Pada pemeriksaan pendahuluan tentang zat-zat kimia yang terkandung dalam daun iler, diperoleh informasi bahwa kadar air dalam daun iler segar sekitar 83,05 % dan kadar minyak asiri dalam serbuk daun iler sekitar 0,047 %. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloid, flavonoida, saponin dan minyak asiri (Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 1987).

Senyawa kimia polar dari tanaman iler diduga dapat menghambat pertumbuhan sel leukimia L-1210 (Abdul Star Khan, FF UNTAG 1993).

Contoh Pemakaian

Wasir
Cuci 25g daun iler sampai bersih, lalu rebus dalam dua gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Tambahkan 5g gula merah sambil diaduk rata. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Cuci daun iler, daun wungu, dan daun sambiloto masing-masing 7 lembar sampai bersih. Lalau rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan satu sendok makan madu sambil diaduk rata. Minum ramuan ini sekaligus. Lakukan dua kali sehari sampai sembuh.

Bisul, Abses, Borok
Daun iler segar sebanyak 10 lembar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit air masak sambil diaduk sampai menyerupai bubur kental. Turapkan pada bisul, abses atau borok, lalu dibalut. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

Bisul
Cuci daun segar sampai bersih. Setelah kering, olesi dengan minyak kelapa. Layuakn diatas api dan tempelkan pada bisul selagi hangat. Pengobatan ini dilakukan tiga kali sehari.

Demam, Demam Nifas
Sediakan daun iler, daun jinten (Coleus amboinicus Lour), daun sambiloto, daun srigading, daun legundi (Vitex trifolia L.), daun sendok, maisng-masing 1/4 genggam, asam kawak sebesar telur ayam, gula enau sebesar tiga jari. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu rebus dalam empat gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari tiga kali, masing-masing 3/4 gelas.

Radang Telinga
Cuci 10 lembar daun iler segar, lalu tumbuk sampai halus. peras dan saring menggunakan sepotong kain. Air perasan yang terkumpul dapat diteteskan pada telinga yang sakit. Lakukan 4-6 kali sehari, setiap kali 2-3 tetes. Untuk keesokan harinya gunakan cairan yang baru.

Sembelit
Cuci daun iler dan daun jinten (masing-masing 5 lembar), pegagan dan daun saga (masing- masing 1/2 genggam), 1/2 lembar daun pepaya, rimpang kunyit dan rimpang temu lawak (masing-masing sebesar 1/2 jari tangan) dan gula enau sebesar 3 jari. Selanjutnya potong bahan-bahan seperlunya, kemudian rebus dalam empat gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk diminum. Ramuan ini dapat diminum sehari dua kali, masing-masing satu gelas.

Terlambat Haid
Cuci enam lembar daun iler segar sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum seklaigus.

Cuci 7 lembar daun iler segar dan kunyit sebesar satu jari sampai bersih. Tambahkan garam seujung sendok teh, lalu tumbuk. Setelah halus, masukkan satu sendok makan air jeruk nipis dan tiga sendok makan air masak. Aduk rata, lalu peras dan saring. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

Mengeluarkan cacing gelang dari perut
Cuci 7 lembar daun iler segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkirair minum dan satu sendok makan madu. Aduk ramuan tersebut sampai rata, lalu peras dan saring. Air saringannya dapat diminum sekaligus diwaktu malam sebelum tidur. Ramuan ini dianjurkan selama 3 malam berturut turut.

Kencing manis
Cuci daun iler, daun salam dan daun sambiloto segar masing masing 6 lembar, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus sekaligus 1/2 jam sebelum makan. Lakukan 2 kali sehari pagi dan sore.

Keputihan
Cuci 7-10 lembar daun iler yang baru dipetik sampai bersih. Masukkan ke dalam panci email, lalu tuangkan tiga gelas air bersih kedalamnya. Selanjutnya rebus sampai airnya tersisa separonya, setelah dingin. Saring dan tembahkan satu sendok makan madu dan diaduk rata. Bagi ramuan ini menjadi tiga bagian yang sama banyak, untuk diminum pagi, sing dan sore hari.

Mulas, Sakit perut
Cuci tiga potong akar iler segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Gangguan pencernaan (Dispepsi)
Cuci 10 lembardaun iler segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari dua kali. Masing-masing 1/2 gelas.

Catatan

Ibu hamil dilarang minum ramuan rebusan daun iler karena bisa menyebabkan keguguran.

(Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Hd, dari: http://jacksite.wordpress.com, Kategori Kesehatan, Alternatif)

Obat Herbal Cabe Merah

Sifat dan Khasiat

Cabai rasanya pedas, sifatnya panas. Buah berkhasiat stimulan, meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh keringat (diaforetik), perangsang kulit dan sebagai obat gosok.

Kandungan Kimia
Buah mengandung kapsaisin, dihidrokapssaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, dan lutein. Selain itu, juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan niasin.

Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan. Jika sesorang mengonsumsi kapsaisin terlalu banyak akan mengakibatkan rasa terbakar di mulut dan keluarnya air mata.

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalan buah dan daun.

Indikasi

Buah digunakan untuk pengobatan:
  • Rematik
  • Sariawan
  • Sakit Gigi
  • Influenza
  • Meningkatkan nafsu makan
Getah daun muda digunakan untuk:
  • Mempermudah persalinan

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus atau keringkan 0,5-1 buah, lalu haluskan sampai menjadi serbuk.

Untuk pemakaian luar, rebus 0,5-1 g buah, lalu air rebusannya digunakan sebagai oat kompres. Selain itu, buah cabai dapat dicampur dengan bahan lain untuk obat gosok. Getah daun muda digunakan untk pengobatan luka, bisul dan sakit gigi.

Contoh Pemakaian

Rematik
Seduh 10g serbuk buah cabai merah dalam 1/2 gelas air panas. Aduk sampai rata dan diamkan beberapa menit. Hasil seduhannya dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit.

Luka, Bisul
Oleskan minyak sayur pada beberapa helai daun cabai, lalu layukan diatas api kecil. Tempelkan daun cabai selagi hangat pada bagian kulit yang terluka.

(Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/HD, dari: http://jacksite.wordpress.com, Kategori Kesehatan, Alternatif)

Obat Herbal Bunga Pagoda


Umumnya bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias.

Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bungannya bunga majemuk berwarna merah terdiri daribunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat & Khasiat
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Akar bunga pagoda berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak dan menghancurkan darah beku.

Daun rasanya manis, asam, agak kelat, sifatnya netral. Daun berkhasiat sebagai antiradang danmengeluarkan nanah.

Bunga rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat sedatif dan menghentikan perdarahan (hemostatis).

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah akar, bunga dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

Indikasi

Akar digunakan untuk pengobatan:
  • Sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik
  • Tuberkolusis paru (TB Paru) yang disertai batuk darah
  • Wasir berdarah (hemoroid), berak darah (disentri)
  • Susah tidur (insomnia) dan
  • Bengkak akibat benturan benda keras
Bunga digunakan untuk pengobatan:
  • Penambah darah pada penderita anemia
  • Keputihan
  • Wasir berdarah dan
  • Susah tidur (insomnia)

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain itu akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.

Contoh Pemakaian

Wasir berdarah
Masak 60g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.

Susah tidur
Keringkan akar atau bunga pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam 1 seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.

Bisul, Koreng
Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut pada tempat yang sakit. lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.

(Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/HD, dari: http://jacksite.wordpress.com, Kategori Kesehatan, Alternatif)